LINGKUNGAN DUNIA USAHA



LINGKUNGAN DUNIA USAHA

BAGIAN PERTAMA
PENDAHULUAN
Ø   DUNIA USAHA DAN LINGKUNGANNYA .
·         Alasan Munculnya Dunia Usaha.
            Kebutuhan manusia supaya untuk memenuhinya, menimbulkan adanya dunia usaha yang menciptakan barang dan jasa. Dengan demikian, dunia usaha dapat diartikan sebagai suatu lingkup yang di dalamnya terdapat kegiatan produksi, distribusi dan upaya-upaya lain yang diarahkan pada pemuasan maksimal keinginan dan kebutuhan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa dalam lingkup dunia usaha yang manajemuk serta saling berinteraksi misalnya usaha pertanian, logam mulia, makelar, transportasi dan sebaginya. Bila pengertian dunia usaha ditinjau dari adanya istilah produsen dan konsumen, maka dunia usaha merupakan ajang kiprah produsen yang dapat memberikan alat pemuas bagi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dari pengertian ini ditunjukkan bahwa dalam kehidupannya, manusia saling membutuhkan dan tidak dapat menghindar dari adanya dunia usaha.
           Dari uraian di atas tampak bahwa ada hubungan yang saling menentukan antara masyarakat luas dengan dunia usaha. Apalagi dunia usaha dipandang sebagai usaha rumah tangga tersebderi, maka alam, masyarakat dan segala aspek serta unsure kehidupannya merupakan factor lingkungan luar dunia usaha.
-          Lingkungan eksternal dunia usaha Dunia usaha tercipta karena adanya kebutuhan masyarakat. Walaupun demikian, dunia usaha tidak dikelola oleh seluruh anggota
masyarakat, tetapi oleh sebagian anggota masyarakat. Dengan demikian, di dalam masyarakat akan terdapat orang-orang yang menjadi pelaku langsung kegiatan dunia usaha dan ada orang-oarang yang tidak berperan langsung. Masyarakat yang tidak berperan langsung dalam dunia usaha dipandang sebagai lingkungan eksternal dunia usaha. Jadi, lingkungan eksternal adalah factor-faktor di luar dunia usaha yang berpengaruh terhadap kegiatan dunia usaha.
             Ada dua macam lingkungan eksternal dunia usaha yaitu
-          Lingkungan eksternal makro adalah lingkungan eksternal yang tidak langsung memberi pengaruh terhadap kegiatan dunia usaha
-           lingkungan eksternal mikro adalah lingkungan eksternal yang member pengaruh langsung terhadap kegiatan dunia usaha.
 Lingkungan eksternal makro masing-masing anggota dunia usaha memiliki perbedaan dalam memberikan factor-faktor yang secara kongkret dapat dimasukkan ke dalam lingkungan eksternal makro atau mikro. Hal ini disebabkan oleh sifat majemuk kegiatan dunia usaha. Oleh karena itu pertimbangan pemilihan factor eksternal makro dan mikro dilakukan secara umum.
Secara umum unsur-unsur lingkungan eksternal makro dunia usaha adalah sebagai berikut :
  1. Keadaan alam
  2. Politik dan hankam, keadaan politik dan pertahanan keamanan secara umum menciptakan iklim ketenangan usaha
  3. Hokum peraturan perundangan-undanagan yang berlaku misalnya undang-undang perpajakan, perburuhan dan sebagainya
  4. Perekonomian, tingkat pendapatan, pola-pola pemenuhan kebutuhan masyarakat, tingkat investasi dan sebagainya
  5. Pendidikan dan teknologi tingkat kecerdasan kehidupan masyarakat yang berkaitan dengan penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi pada umumnya
  6. Social dan kebudayaan : pandangan dan nilai-nilai yang dianut masyarakat seperti terwujud dalam norma-norma etika dan social, kepercayaan, agama, kesenian, pola hubungan antar individu dan sitem kerja samanya, sertta strata social
  7. Kependudukan jumlah tingkat kelahiramn-kematian, penyebaran penduduk (misalnya urbanisasi dan transmigrasi), umur dan jenis kelamin
  8. Hubungan internasional : mencakup banyak hal seperti proteksi bahan barang dan jasa, nialai tukar mata uang teknologi, kebudayaan, polkam dan sebagainya
-          Lingkunagn ekternal mikro Lingkungan eksternal mikro diartikan sebagai factor-faktor di luar rumah tangga produksi atau dunia usaha yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan dunia usaha.
·         Factor-faktor yang termasuk lingkungan ekasternak mikro adalah :
  1. Penyedia/pemasok (supplier) dengan adanya pemasok factor-faktor produksi, muncul kegiatan produksi, di samping itu pemasok juga menunjang kelangsungan hidup dunia usaha
  2. Perantara adalah pihak-pihak yang berperan dalam penyebaran hasil-hasil produksi dari produsen ke tangan konsumen hingga siap dikonsumsi, misalnya distributor, pengecer dan sebagainya
  3. Teknologi berkaitan secara langsung dengan perkembangan proses pengoilahan yang berupoa penemuan baru baik peralatan maupun metode kerjanya. Lembaga yang berkecimpung dalam bidang ini misalnya lembaga RIstek, Litbang dan sebagainya
  4. Pasar dalam arti luas. Meskipun letaknya berada di luar kegiatan produksi, tetapi karena seluruh hasil produksi adalah untuk melayani (dijual ke) pasar, maka semua pihak yang terlibat dan berada di dalam pasar termasuk unsure lingkungan eksternal mikro
-          Lingkungan internal dunia usaha Lingkungan internal dunia usaha adalah factor-faktor yang berada di dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi. Factor-faktor tersebut masih berada dalam jangkauan keputusan yang diambil oleh pihak pelaksana dunia usaha, sehingga dapat dikuasai langsung (controllable)

·         Factor-faktor yang termasuk lingkungan internal  dunia usaha adalah :
  1. Tenaga kerja dalam arti pekerja atau karyawan : meliputi lingkungan kerja fisik dan nonfisik, upah dan gaji jaminan hari tua, pengembangannya dan sebagainya
  2. Peralatan dan mesin-mesin : tata letak, pemeliharaan / perawatan, pembebanan, penerapan teknologi baru dan sebagainya
  3. Modal : para pemilik/penyetor modal, pengelolaan dana
  4. Bahan mentah, penolong, barang setengah jadi dan barang jadi : pergudangan, arus aliran fisiknya dan sebagainya
  5. System informasi dan administrasi untuk kepentingan pengambilan keputusan bagi manajemen, misalnya buku-buku anggaran pembelian bahan, rencana penjualan, laporan penggunaan/ realisasi dana dan sebagainya
Unsur-unsur lingkungan baik eksternal maupun internal secara simultan berpengaruh timbal balik terhadap dunia usaha. Hal ini berarti kehidupan dunia usaha juga mempengaruhi lingkungan. Dengan demikian, dunia usaha dituntut pula tanggung jawabnya terhadap kehidupan masyarakat luas. Contoh pengaruh timbal balik antara lingkungan dan dunia usaha :
-          Lingkungan eksternal makro :
dunia usaha turut serta meningkatkan perekonomian masyarakat (tingkat pendapatan mereka bertambah) sebab factor-faktor produksi yang mereka serahkan dibayar oleh dunia usaha. Adanya peningkatan taraf kehidupan menyebabkan permintaan akan hasil-hasil produksi dari dunia usaha juga meningkat. Hal ini berarti pula bahwa kegiatan dunia usaha tetap berlangsung bahkan semakin berkembang
-          Lingkungan eksternal mikro adalah kelangsungan hidup dari penyedia bahan mentah sangat tergantung pada kegiatan dunia usaha, sebab dunia usaha membutuhkan bahan mentah untuk menghasilkan alat pemuas. Dengan kelancaran kegiatan dunia usaha berarti pula dibutuhkan bahan mentah yang lebih banyak.
-          Lingkungan internal :
 apalagi lingkungan kerja menyenangkan dan kesejahteraan serta pengembangan karyawan / pekerja diperhatikan, maka semangat kerja akan semakin tinggi. Prestasi kerja yang tinggi akan menguntungkan dunia usaha.
·         FUNGSI PEMASARAN DALAM PERUSAHAAN.
            Pengertian Pemasaran : seluruh system yang berhubngan dengan kegiatan yang bertujuan untuk merencanakan dan menentukan harga, mempromosikan dan mendiskusikan barang/jasa yang dapat memuaskan konsumen. Konsep pemasaran merupakan falsafah bisnis yang menekankan pada pemuasan kebutuhan konsumen secara efektif dan efisien yang merupakan syarat ekonomi dan social bagi kelangsungan hidup organiasasi/ perusahaan
Titik berat konsep pemasaran :            
1.      Seluruh kegiatan perusahaan harus berorientasi pasar
2.      Volume penjualan yang menguntungkan merupakan tujuan perusahaan
3.      Ada koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan pemasaran
Pemasaran merupakan kegiatan produktif dan secara praktis dapat meningkatan 4 kegunaan ekonomi, yaitu :
1.      Kegunaan waktu
2.      Kegiatan tempat
3.      Kegiatan bentuk
4.      Kegiatan milik
-          Fungsi-fungsi dalam pemasaran :
1.      Fungsi pembelian (buying) adalah :
 pemilihan macam barang, kualitas, serta sumber barang yang dibutuhkan
2.      Fungsi penjualan (selling) adalah :
penjualan barang/jasa yang dihasilkan perusahaan untuk menutup biaya perusahaan dan mendapatkan laba
3.      Fungsi pengangkutan (transportation) adalah :
memindahkan barang/jasa dari suatu tempat ke tempat lain agar kebutuhan konsumen terpenuhi à menciptakan guna waktu dan tempat
4.      Penyimpanan/penggudangan (strorage) adalah :
suatu usaha untuk melindungi barang dari kerusakan dengan cara menyimpan pada suatu tempat sampai barang dibutuhkan
5.      Pemilihan/standarisasi (grading) adalah :
pengelompokan barang berdasarkan ciri-ciri yang dianggap sama ada 2 yaitu :
a) standar kuantitas : kg,ons, pak, dll dan
b) kualitas : membedakan mutu barang, kualitas A, B, dan lain-lain
6.      Pembelanjaan (financing) adalah :
kegiatan mencari dana dan menggunakan dana secara efektif dan efisien agar operasi perusahaan berjalan lancer
7.      Pengiklasan (advertising) adalah :
usaha mengenalkan barang/jasa agar diketahui oleh masyarakat
8.      Pembungkusan (Packing) adalah :
 melindungi barang dan mempunyai pengaruh terhadap proses distribusi
9.      Resiko pemasaran adalah :
bermacam-macam resiko seperti : rusak, busuk, dicuri, perubahan harga, using/ketinggalan model, dan kalau dijual kredit mungkin tidak dibayar, dll
Informasi pasar : untuk menghadapai persaingan perusahaan harus memiliki informasi pasar untuk bahan pertimbangan kebijakan. Macam info pasar adalah harga, luas pasar, lokasi pasar, pilihan konsumen, sifat permiontaan dan kondisi penawaran
·          Faktor atau Elemen Lingkungan yang Mempengaruhi Dunia Usaha / Bisnis Umum  Secara Tidak Langsung
            Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variabel-variabel di bawah ini secara tidak langsung member efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha.
1.      Variabel Sosial Faktor demografik/demografis adalah : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area. Faktor gaya hidup selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya. Faktor nilai social adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.
2.       Variabel Ekonomi adalah : faktor yang berkaitan erat dengan indikator ekonomi adalah yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
3.      Variabel Politik adalah  Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.
4.      Variabel Teknologi adalah Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien

·         DUNIA USAHA DAN PERSAINGAN
              Di dunia usaha, persaiangan usaha atau konmpetensi antar para pelaku usaha dalam merebut pasar adalah hal yang sangat wajar. Namun hal itu menjadi tidak wajar manakala persaingan tersebut dilakukan dengan cara yang curang (unfair), dengan tujuan untuuk menghalangi pelaku usaha lain untuk bersaing (barrier to entry) atau mematikan usaha persainganya. Namun demikian, kompetisi dapat dilaksanakan secara wajar, apabila tercipta pertumbuhan dunia usaha yang sehat dan menjamin adanya kesempatan berusaha yang sama. Untuk itu dibutuhkan suatu iklim persaingan usaha yang kondusif. Oleh karena itu, untuk
menciptakan persaingan usaha yang sehat dengan terbangunnya iklim yang kondusif, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Lapangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (selanjutnya disebut UU No.5 Tahun 1999). UU Nomor 5 Tahun 1999 telah mengantisipasi beberapa perilaku pelaku usaha yang tidak sehat yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menciptakan kekuatan pasar yang cenderung anti persaingan. Salah satu bentuk tindakan yang anti persaingan adalah Diskriminasi Harga. Diskrimininasi harga merupakan salah satu bentuk perjanjian yang dilarang oleh UU No. 5/1999 yang dapat terjadi melalui penetapan harga berbeda yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk barang dan atau jasa yang sama dari suatu produsen berdasarkan kriteria tertentu, atau mengenakan harga berbeda untuk pelanggan berbeda berdasarkan tambahan yang tidak proporsional di atas biaya marjinal atau dapat juga diartikan sebagai strategi penetapan harga non-linear yang mencoba untuk dapat memperoleh surplus konsumen lebih banyak.   Selain itu diskriminasi harga dapat terjadi apabila pelaku usaha menentukan harga sehingga perbedaan antara harga rata-rata dengan biaya rata-rata bervariasi diantara penjualan barang yang sama atau barang yang fungsinya hampir sama. Diskriminasi harga hanya dapat terjadi pada barang dan atau jasa yang sama dengan kuantitas yang sama. Semua pengertian di atas mengacu pada praktek diskriminasi harga berdasarkan daya beli atau pendapatan konsumen yang diproyeksikan dari struktur biaya pelaku usaha. Namun demikian, melihat beragamnya praktek Diskriminasi Harga serta belum teridentifikasinya praktek mana yang tidak membahayakan persaingan usaha yang sehat maka diperlukan adanya suatu pedoman yang mampu memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai diskriminasi harga bagaimana dimaksud dalam Pasal 6 UU No. 5/1999.

·         Tujuan Pembuatan Pedoman
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU No. 5 Tahun 1999. Dalam melakukan fungsi pengawasan tersebut, KPPU mempunyai tugas-tugas sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 35, yang salah satunya adalah membuat pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan UU No. 5 Tahun 1999 (Pasal 35 huruf f). Pedoman tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pasalpasal dan hal-hal lainnya yang belum jelas dalam pengaturan UU No. 5 Tahun 1999. Salah satu pasal yang memerlukan penjelasan lebih lanjut adalah Pasal 6 tentang Diskriminasi Harga. Tujuan pembuatan Penjelasan tentang Larangan diskriminasi harga adalah untuk menegaskan pandangan KPPU tentang pengertian diskriminasi harga bagaimana dimaksudkan dalam Pasal 6 UU No. 5/1999 serta menjabarkan diskriminasi harga yang dapat mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat. Dengan adanya pedoman tersebut, diharapkan para pelaku usaha dan stakeholders lainnya dapat memahami secara mudah suatu praktek diskriminasi harga yang anti persaingan usaha, merugikan konsumen dan melanggar perundang-undangan yang berlaku. Penjelasan tersebut ditujukan untuk pelaku usaha, praktisi hukum dan ekonomi, pemerintah dan masyarakat umum, agar semua pihak yang terkait tersebut mampu memahami apa yang dimaksud dengan Diskriminasi Harga yang dianggap melanggar menurut Pasal 6 UU No. 5 Tahun 1999 dan metode pendekatan yang dilakukan oleh KPPU dalam menegakkan ketentuan tersebut. Dengan adanya Penjelasan tersebut, para pelaku usaha dan stakeholders lainnya diharapkan dapat memahami maksud dari Pasal 6 tersebut sehingga tidak melakukan perbuatan sebagaimana yang dilarang dalam Pasal 6 tersebut. Penjelasan tentang Larangan Diskriminasi Harga tersebut dimaksudkan untuk :
a.      Memberikan dasar pemahaman dan arah yang jelas dalam pelaksanaan Pasal 6 sehingga tidak ada penafsiran lain selain apa yang diuraikan dalam Penjelasan.
b.       Digunakan oleh semua pihak sebagai landasan untuk melakukan perjanjian yang tidak merugikan atau melanggar Pasal 6
c.        Menciptakan kondisi persaingan usaha yang tumbuh secara wajar. Penjelasan tersebut bukan untuk menjelaskan bagaimana KPPU melakukan pemeriksaan dalam melakukan penegakkan hukum atau memberikan saran dan kebijakan, namun difokuskan kepada penjelasan dan pengertian lebih jauh serta cakupan dan batasan ketentuan diskriminasi harga tersebut. Walaupun Penjelasan tersebut memberikan dan menjelaskan ketentuan tentang pengertian larangan diskriminasi harga, namun demikian dalam proses penegakkan hukum UU No. 5/1999, pandangan dan putusan Komisi dalam melakukan pemeriksaan atas praktek diskriminasi harga yang diduga melanggar UU No. 5/1999 tetap didahulukan dan tidak hanya terbatas pada hal-hal sebagaimana diuraikan dalam PenjelasaN

Ø  LINGKUNGAN PERUSAHAA

               LINGKUNGAN PERUSAHAAN
                Lingkungan perusahaan adalah faktor-faktor di luar perusahaan yang dapat menimbulkan peluang dan ancaman bagi perusahaan. Lingkungan perusahaan biasanya meliputi:
1.      Lingkungan umum
2.      Lingkungan industri tempat suatu perusahaan beroperasi dari
3.      Lingkungan internasional
Lingkungan perusahaan senantiasa mengalami perubahan. Perubahan tersebut memberikan banyak peluang sekaligus banyak ancaman. Berkaitan dengan itu, maka strategi perusahaan juga harus senantiasa diupayakan supaya dapat mengambil manfaat sebaik mungkin dari lingkungan. Dengan kata lain, apabila strategi perusahaan tidak diubah, perusahaan akan tertinggal dari pesaing. Pada akhirnya akan mengakibatkan kebangkrutan atau tutupnya perusahaan.
·         PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
Pengertian Lingkungan perusahaan merupakan sebagai/ keseluruhan dari faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.Sedangkan, lingkungan memiliki arti mencakup semua factor ekstern yang mempengaruhi individu, perusahaan, dan masyarakat. Faktor-faktornya mencakup aspek-aspek ekonomi, politik, sosial, etika-hukum, dan ekologi/fisik.
-          Perusahaan dalam masyarakat pluralistik.
Masyarakat pluralistik adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam masyarakat pluralistik terdapat banyak pusat kekuatan, masing-masing mempunyai sifat mandiri. Dalam hal ini, pluralisme mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi. Perusahaan harus memperhatikan saran dari pemerintah dan masyarakat. Seorang humas dalam perusahaan harus dapat meniptakan komunikasi dua arah dengan masyarakat dan pemerintah.
·         LINGKUNGAN PEMERINTAH
-          Perhatian Pemerintah terhadap kegiatan usaha Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan seperti pengadaan kontrak dan pemberian paten. Pemerintah juga memberikan bantuan subsidi seperti membantu perusahaan kecil atau lemah karena merupakan unit usaha yang penting untuk menampung tenaga kerja dan dapat memberikan harga yang lebih rendah kepada konsumen.

-          Bantuan dibidang Transportasi . Banyak bantuan pemerintah dibidang transportasi, seperti PJKA, GIA, PELNI, dan DAMRI.

-          Bantuan pada perusahaan-perusahaan kecil .Dalam perusahaan ini terdapat tiga golongan, yaitu :
1.      Bantuan Finansial
2.      Bantuan Pemberian Kontak
3.      Bantuan Teknik dan Manajemen
ad. 1.                      
Bantuan Finansial telah banyak diberikan kepada para pengusaha kecil, bantuannya biasanya dalam bentuk kredit (Kredit Investasi Kecil, Kredit Modal kerja permanen, dan Kredit Candak Kulak)
Ad,2,
Bantuan Pemberian kontak berupa jasa maupun pembelian hasil produksi, secara langsung dapat mendorong kegiatan pemasarannya.
Ad.3.
Bantuan Teknik dan manajemen diberikan kepada koperasi-koperasi dengan tujuan menggiatkan usaha-usaha para anggota koperasi secara bersama dan merata.
-          Bantuan di bidang komunikasi Bidang komunikasi meliputi kegiatan siaran radio, televisi, telepon dan sebagainya.
·         LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional merupakan konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia.
-          Neraca Pembayaran Internasional adalah Kegiatan perekonomian internasional beberapa negara ditunjukan dalam neraca pembayarannya. Neraca pembayaran ini menggambarkan transaksi internasional yaitu jumlah utang Negara X kepada Negara Y dan jumlah utang dari Negara Y kepada Negara X. Suatu konsep penting yang berhubungan dengan neraca pembayaran adalah neraca perdagangan. Jika suatu Negara mengekspor barang melebihi importnya maka ini menguntungkan, sedangkan jika suatu Negara memiliki import yang lebih besar dibandingkan ekspornya, keadaan ini tidak menguntungkan.

-          Perusahaan-perusahaan Multinasional (Multinasional Corporation) Perusahaan multinasional berasal dari Negara Eropa, Amerika, dan Jepang. Pasar yang dikuasainya meliputi beberapa Negara selain negaranya sendiri. Contohnya, perusahaan Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi memperluas pasarnya ke Negara-negara lain dengan tujuan untuk menampung kelebihan hasil produksinya di atas kebutuhan untuk konsumsi dalam negeri.
-          Kegiatan-kegiatan Multinational Perusahaan multinational bertujuan untuk memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu Negara saja, tetapi juga ke Negara-negara lain.Perusahaan ini bertujuan untuk mengembangkan pasarnya secara ekonomis dan berusaha memanfaatkan keadaan politik yang menguntungkan. Untuk menjalankan kegiatannya tersebut dapat berbentuk suatu joint venture, perjanjian lisensi atau kontrak-kontrak khusus yang ditandatangani bersama pemerintah. Dewasa ini di Indonesia sudah banyak perusahaan multinasional yang terus meningkatkan operasinya. Misalnya, Coca-cola, Toyota, Sharp, dll.

-          Ciri-ciri perusahaan Multinasional Sebagian besar penanaman modal asing di Negara-negara sedang berkembang di usahakan dibidang sumber daya alam, sisanya di bidang pengolahan, perdagangan, prasarana, transport, perbankan, turisme, dan jasa-jasa lainnya.

-          Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinational
a)      Kebaikan Perusahaan Multinational       :
  • Menambah devisa Negara dibidang ekspor
  • Mengurangi kebutuhan devisa untuk impor
  • Menambah pendapatan Negara berupa pajak dan royalty
  • Menambah kesempatan kerja
  • Meningkatkan taraf hidup karyawan
  • Dll
b)      Keburukan Perusahaan Multinational
Semakin banyak perusahaan Multinational yang didirikan, maka dapat mempengaruhi kekuasaan ekonomi Negara.
  • Perusahaan-perusahaan Multinasional dapat memperoleh hasil, berupa :
  1. Keuntungan yang dialihkan keluar negeri yaitu kepada pemegang sahamnya
  2. Penyusutan, depresiasi
  3. Kebutuhan bahan baku harus di datangkan dari luar negeri
  • Dapat merusak kehidupan politik dan ekonomi Negara
  • Dapat menimbulkan pertentangan dalam kepentingan dalam kaitannya dengan pembangunan Negara.
  • Lembaga-lembaga yang membantu Perdagangan Internasional
  • Untuk mengimpor barang ke luar negeri diperlukan adanya lembaga-lembaga perantara yang disebut middlemen.
  1. Export and Import Commision House
-          Export Commision House bertugas menerima pesanan dari luar negeri.
-          Import Commusion House melakukan hal yang serupa bagi pembeli-pembeli di dalam negeri.
-          Merchant Exporters and Importers Kegunaannya adalah membeli barang-barang di dalam negeri untuk menjualnya di luar negeri dan sebaliknya.
-          Manufacturer’s Export AgentsExport adalah Aggents bertindak sebagai departemen/bagian export dari sebuah perusahaan/produsen.

2.      Export and Import Brokers Makelar (broker) dalam kegiatan perusahaan berusaha mempertemukan pembeli dan penjual bersama-sama. Barang-barang yang ditawarkan berupa gula, kapas, beras, dll.
Perkembangan Impor dan Ekspor Indonesia pada dasarnya barang-barang yang di ekspor dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yakni barang-barang non migas dan migas. Sedangkan, Impor yang dilakukan Indonesia meliputi tiga macam, yaitu :
  1. Barang konsumsi, seperi ti beras dan tekstil
  2. Bahan baku penolong, seperti cengkeh, bahan kimia, hasil dan preparat kimia
  3. Barang modal, seperti mesin-mesin, generator listrik, alat telekomunikasi dll
Selain ketiga barang itu Indonesia juga mengimpor minyak dan gas untuk konsumsi dalam negeri.
Ø  Pengertian Strategi
Definisi strategi adalah
cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture.

·         Pengertian strategi adalah
 Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi
Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut:

1.      Pengertian Umum Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
2.       Pengertian khusus Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.

·         Perumusan Strategi
Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu:
a.      Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut.
b.      Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya.
c.       Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya.
d.      Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi.
e.      Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. (Hariadi, 2005).

·         Tingkat-tingkat Strategi
Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer, Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi. Keseluruhannya disebut Master Strategy, yaitu: enterprise strategy, corporate strategy, business strategy dan functional strategy.
a.       Enterprise Strategy adalah
Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu, ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan, kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar, sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat.
b.      Corporate Strategy adalah
Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi, sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu, tidak semata-
mata untuk dijawab oleh organisasi bisnis, tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi yayasan ini, yayasan itu, apakah misi lembaga ini, lembaga itu? Apakah misi utama
direktorat jenderal ini, direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini, badan itu? Begitu seterusnya. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa fatal. Misalnya, kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk, baik terhadap anak didiknya, terhadap pemerintah, maupun terhadap bangsa dan negaranya. Bagaimana misi itu dijalankan juga penting. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan perencanaan stratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi.
c.       Business Strategy adalah
Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa, para pengusaha, para donor dan sebagainya. Semua itu dimaksudkan untuk dapat memperoleh keuntungan-keuntungan
stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik.
d.       Functional Strategady adalah
Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. Ada tiga jenis strategi functional yaitu:
-           Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat, antara lain yang berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya, penelitian dan pengembangan.

-          Strategi functional manajemen, mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning, organizing, implementating, controlling, staffing, leading, motivating, communicating, decision making, representing,  dan integrating

-           Strategi isu stratejik, fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan, baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Salusu, p 101, 1996). Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata, tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. Salusu, p 104, 1996).

·         Jenis-jenis Strategi
Banyak organisasi menjalankan dua strategi atau lebih secara bersamaan, namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. Di perusahaan yang besar dan terdiversifikasi, strategi kombinasi biasanya digunakan ketika divisi-divisi yang berlainan menjalankan strategi yang berbeda. Juga, organisasi yang berjuang untuk tetap hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif, seperti divestasi, likuidasi, dan rasionalisasi biaya secara bersamaan.
Jenis-jenis strategi  adalah sebagai berikut:
a.      Strategi Integrasi adalah
Integrasi ke depan, integrasi ke belakang, integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan / atau pesaing.
b.      Strategi Intensif adalah
Penetrasi pasar, dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategiintensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan
c.        Strategi Diversifikasi adalah
Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi, yaitu diversifikasi konsentrik, horizontal, dan konglomerat. Menambah produk atau jasa baru, namun masih terkait biasanya disebut diversifikasi konsentrik. Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. Menambah produk atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat.
d.      Strategi Defensif adalah
Disamping strategi integrative, intensif, dan diversifikasi, organisasi juga dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya, divestasi, atau likuidasi. Rasionalisasi Biaya, terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Kadang disebut sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi, rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Selama proses rasionalisasi biaya, perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham, karyawan dan media. Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih lanjut. Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang memerlukan modal terlalu besar, atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan. Namun, barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus menderita kerugian dalam jumlah besar.
e.      Strategi Umum Michael Porter adalah
 Menurut Porter, ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi, dan fokus. Porter menamakan ketiganya strategi umum. Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen.
 Dalam bidang manajemen, definisi mengenai strategi cukup beragam dan bervariasi dari beberapa ahli dan pengarangnya.
-          Gerry Johnson dan Kevan Scholes (dalam buku “Exploring Corporate Strategy”) misalnya mendefinisikan strategi sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keunggulan melalui konfigurasi sumber daya alam dan lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pihak yang berkepentingan (stakeholder).
-          Henry Mintzberg mendefinisikan strategi sebagai  5P, yaitu:
a.      strategi sebagai PERSPECTIF
  Sebagai Perspektif, di mana strategi dalam membentuk misi, misi menggambarkan perspektif kepada semua aktivitas
b.       strategi sebagai POSISI
Sebagai Posisi, di mana dicari pilihan untuk bersaing.
c.        strategi sebagai PERENCANAAN
 Sebagai Perencanaan, dalam hal strategi menentukan tujuan performansi perusahaan
d.      strategi sebagai POLA kegiatan Sebagai Pola kegiatan, di mana dalam strategi dibentuk suatu pola, yaitu umpan badalik dan penyesuaian.
e.       strategi sebagai “PENIPUAN” (Ploy) yaitu muslihat rahasia.
 Dari berbagai pengertian dan definisi mengenai strategi, secara umum dapat didefinisikan bahwa strategi itu adalah rencana tentang serangkaian manuver, yang mencakup seluruh elemen yang kasat mata maupun yang tak-kasat mata, untuk menjamin keberhasilan mencapai tujuan.
Ø  MACAM-MACAM PENGERTIAN
·         Pengertian Ekspansi Bisnis
Perluasan atau expansi bisnis diperlukan oleh suatu perusahaan untuk mencapai efisiensi, menjadi lebih kompetitif, serta untuk meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Ekspansi bisnis dapat dilakukan dalam beberapa metode, yakni : Marger Atau Penggabungan Marger adalah penggabungan dari dua atau lebih perusahaan menjadi satu kesatuan yang terpadu. Perusahaan yang dominan dibanding dengan perusahaan yang lain akan tetap mempertahankan identitasnya, sedangkan yang lemah akan mengaburkan identitas yang dimilikinya.
jenis-jenis merger antara lain :
a.      Merger Vertikal
Perusahaan masih dalam satu industri tetapi beda level atau tingkat operasional. Contoh : Restoran cepat saji menggabungkan diri dengan perusahaan peternakan ayam.
b.      Merger Horisontal Perusahaan dalam satu industry
 Bentuk-Bentuka Struktur Pasar Konsumen - Persaingan Sempurna, Monopolistik, Oligopoli dan Monopoli  Pasar Persaingan Sempurna Jenis pasar persaingan sempurna terjadi ketika jumlah produsen sangat banyak sekali dengan memproduksi produk yang sejenis dan mirip dengan jumlah konsumen yang banyak. Contoh produknya adalah seperti beras, gandum, batubara, kentang, dan lain-lain. Sifat-sifat pasar persaingan sempurna : - Jumlah penjual dan pembeli banyak - Barang yang dijual sejenis, serupa dan mirip satu sama lain - Penjual bersifat pengambil harga (price taker) - Harga ditentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran (demand and supply) - Posisi tawar konsumen kuat , Sulit memperoleh keuntungan di atas rata-rata - Sensitif terhadap perubahan harga - Mudah untuk masuk
·         Jenis & Macam Badan Usaha

Badan Usaha / Perusahaan Perseorangan atau Individu Perusahaan perseorangan adalah badan usaha kepemilikannya dimiliki oleh satu orang. Individu dapat membuat badan usaha perseorangan tanpa izin dan tata cara tententu. Semua orang bebas membuat bisnis personal tanpa adanya batasan untuk mendirikannya. Pada umumnya perusahaan perseorangan bermodal kecil, terbatasnya jenis serta jumlah produksi, memiliki tenaga kerja / buruh yang sedikit dan penggunaan alat produksi teknologi

 sederhana. Contoh perusahaan perseorangan seperti toko kelontong, tukang bakso keliling, pedagang asongan, dan lain sebagainya. ciri dan sifat perusahaan perseorangan : - relatif mudah didirikan dan juga dibubarkan - tanggung jawab tidak terbatas dan bisa melibatkan harta pribadi - tidak ada pajak.

·         Koperasi

Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Berikut di bawah ini adalah landasan koperasi indonesia yang melandasi aktifitas koprasi di indonesia.
-           Landasan Idiil = Pancasila
-           Landasan Mental = Setia kawan dan kesadaran diri sendiri
-           Landasan Struktural dan gerak = UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1 a


Di bawah ini adalah hal-hal yang patut diperhitungkan dalam memilih lokasi tempat usaha bisnis kita. Semuanya mengacu pada efisiensi pada biaya operasi, kemempuan bersaing dan harga produk baik barang maupun jasa. Cara memilih lokasi tempat usaha harus memperhitungkan dengan matang hal sebagai berikut :
a.      Tenaga Kerja
Pastikan terdapat tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dari segi pendidikan, kemampuan, skill, minat, dan sebagainya dengan harga yang mampu dan bisa dibayar perusahaan. Adanya pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kinerja para pegawai / buruh.
b.      Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku sangat vital dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Semakin dekat pada sumber bahan baku akan semakin menghemat pengeluaran untuk biaya.
Berikut ini adalah pengertian atau definisi dari masing-masing partisipasi bisnis secara umum :
1.      Perusahaan Domestik / Lokal Perusahaan bisnis domestik adalah
 suatu unit bisnis yang tingkat operasional dan pangsa pasarnya berada dalam suatu wilayah saja tanpa melewati batas negara. Jenis perusahaan ini masih bersifat sederhana dan tidak kompleks karena hanya memperhitungkan berbagai variabel yang berlaku di sekitarnya saja mulai dari besar kecil kompensasi, budaya perusahaan, rekrutmen tenaga kerja, analisis pasar, dan lain sebagainya.
2.      Perusahaan Internasional Perusahaan bisnis internasional adalah

 suatu unit bisnis yang sudah memperluas atau ekspansi produksi dan pemasaran produk baik barang maupun jasa ke luar negari dari negara asalnya. Hal ini terkadang harus.

·         Variabel Faktor Perencanaan dan Pemilihan Lokasi Usaha

Di bawah ini adalah hal-hal yang patut diperhitungkan dalam memilih lokasi tempat usaha bisnis kita. Semuanya mengacu pada efisiensi pada biaya operasi, kemempuan bersaing dan harga produk baik barang maupun jasa. Cara memilih lokasi tempat usaha harus memperhitungkan dengan matang hal sebagai berikut :
1.      Tenaga Kerja
 Pastikan terdapat tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan dari segi pendidikan, kemampuan, skill, minat, dan sebagainya dengan harga yang mampu dan bisa dibayar perusahaan. Adanya pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan kinerja para pegawai / buruh.
2.      Ketersediaan Bahan Baku
 Bahan baku sangat vital dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. Semakin dekat pada sumber bahan baku akan semaking menghemat pengeluaran untuk biaya produksi
1.      Perseroan Terbatas / PT Tertutup
PT tertutup adalah perseroan terbatas yang saham perusahaannya hanya bisa dimiliki oleh orang-orang tertentu yang telah ditentukan dan tidak menerima pemodal dari luar secara sembarangan. Umumnya jenis PT ini adalah PT keluarga atau kerabat atau saham yang di kertasnya sudah tertulis nama pemilik saham yang tidak mudah untuk dipindahtangankan ke orang atau pihak lain.
2.      Perseroan Terbatas / PT Terbuka
PT terbuka adalah jenis PT di mana saham-saham perusahaan tersebut boleh dibeli dan dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali sehingga sangat mudah untuk diperjual belikan ke masyarakat. Pada umumnya saham PT terbuka kepemilikannya atas unjuk, bukan atas nama sehingga tak sulit menjual maupun membeli saham PT terbuka tersebut.
3.       Perseroan                                             

·         Sistem Tata Ekonomi Kapitalisme, Sosialisme dan Komunisme

             Sistem Perekonomian / Tata Ekonomi Kapitalisme Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, manjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi. Dalam perekonomian kapitalis setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.

·         Prinsip Ekonomi Konsumen/Pembeli

             Karena terbatasnya jumlah alat pemuas kebutuhan pada kebutuhan manusia yang tanpa batas maka terjadilah prinsip ekonomi yang mengatur kegiatan perekonomian masyarakat. Setiap orang, organisasi dan perusahaan ingin mendapatkan hasil keuntungan yang sebesar-besarnya dengan modal serta usaha yang sekecil mungkin. Prinsip ekonomi dapat kita bagi menjadi tiga jenis, yaitu (disertai pengertian dan arti definisi masing-masing prinsip) : 1. Prinsip Produsen Prinsip ekonomi produsen adalah menentukan bahan baku, alat produksi serta biaya-biaya produksi yang ditekan serendah mungkin dengan menghasilkan produk yang berkualitas baik. 2. Prinsip Penjual / Pedagang / Peritel Prinsip ekonomi penjual adalah melakukan berbagai usaha untuk memenuhi selera pembeli dengan berbagai macam iklan

·         Jenis Pasar Dalam Ekonomi Indonesia

Berikut ini adalah arti definisi atau pengertian dari aneka jenis dan macam pasar yang ada :
1.      Pasar Barang Pasar barang adalah
 pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni :
a.      Pasar Barang Nyata / Riil Pasar barang nyata adalah
 pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas. Contohnya adalah pasar kebayoran lama, pasar senen, pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain.
b.      Pasar Barang Abstrak Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas / komoditi yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi dan lain sebagainya.

2.       Pasar Jasa / Tenaga Pasar
BAGIAN DUA
Ø  LATAR BELAKANG DAN PERANAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA USAHA
·         PENYELENGGARAAN KOMUNIKASI DUNIA USAHA
Situasi ekonomi yang saling berhubungan satu sama lain dalam hal  ekonomi yang satu dengan ekonomi yang lain pengusaha harus bisa menutup jurang antara :
a.      Dia (pengusaha) selaku produsen
b.      Masyarakat sebagai pemakai
Keduanya hal ini menjadi tugas dan tanggug jawab selaku pengusaha untuk mengetahui besarnya permintaan akan hasil produksi. Setiap pengusaha selalu memelihara komunikasi dengan pasar /dunia usaha.  Ini merupakan syarat mutlak bagi setiap produsen untuk mnyelenggarakan KOMUNIKASI DENGAN DUNIA USAHA karena menjaminkelangsunggan hidup bagi perusahaan agar maju dan lebih berkembang
·         ANEKA KOMONIKASI PERDANGAN YANG BISA DIPERGUNAKAN PENGUSAHA
a.      Dalam wujud surat menyurat………> lingkup sempit/terbatas
b.      Dalam wujud telpon……………..> lingkup sempit/terbatas
c.       Dalam wujud kunjungan pribadi ………..> lingkup sempit/terbatas
d.      Dalam bentuk periklanan ………..> untuk pemasaran dalam bentuk yang luas/komunikasi  Massa          
e.      Dalam wujud internet ……..> lebih modern, cepat, mahal dalam biaya, untuk orang
                                                    Tertentu yang bisa menggunakan
Pada dasarnya komuniksi menghendaki : perubahan berpikir dan tidakan nyata sesuai dengan apa yang  dinginkan dan diharapkan konsumen, produsen, dan yang berkaitan dengan dunia usaha.
·         KEBERHASILAN KOMUNIKASI DUNIA USAHA TERLETAK PADA
Pemahaman tentang prinsif komunikasi, jenis komunikasi, kemampuan dasar, keterampilan memindahkan informasi , ketetapan  dalam menentukan sasaran serta melaksanakan komunikasi tersebut dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang diingankan sehingga tercapai sesuai dengan tujuan yang di harapkan tercapai.
·         PERANAN PENTING KOMUNIKASI DUNIA USAHA.

a.      Sebagai alat untuk menciptakan kesamaan pengertian semua pihak dunia usaha.
Maksudnya bertindak bersama untuk menciptakan suatu tujuan.
b.      Sebagai alat untuk menggerakan perbuatan orang lain sebagaimana dikehendaki pemberi pesan .
maksudnya menentukan sejauhmana tujuan menciptakan kesamaan pendapat dan menggerakan perberbuatan orang lain agar melakukannya sebagaimana dikehendaki agar tujuan tercapai………… > LABA

·         KONSEP , PERANAN TUJUAN  DAN ARTI PENTING KOMUNIKASI
-          KONSEP …….> Harus ada komunikasi yang baik antara pihak yang satu dengan yang lain ini merupakan syarat mutlak  suatu masyarakat bagi dunia usaha  
-          PERANAN …..> Memberi informasi kemasyarakat luas.
-          TUJUAN ……> Menciptakan pengertianyang sama, kesatuan bahasa terhadap suatu masalah,   Merangsang  pemikiran pihak penerima ( mencapai suatu tujuan   untuk memperoleh kesatuan bahasa dan menggunakan   partisipasi untuk membuat sesuai apa yang di inginkan ).
-          ARTI PENTING …..>Sebagai sarana, alat, dasar terbentuknya kerjasama  berupa pertemuan.

·         PENGERTIAN KOMUNIKASI
KOMUNIKASI ADALAH : Pemberian dan penerimaan informasi berupa PENGETAHUAN dan PENGERTIAN  dengan maksud untuk merubah partisipasi agar hal-hal yang diberitahukan menjadi MILIK BERSAMA. Maksudnya suatu yang berhubungan dengan suatu bisnis/usaha yang mana usaha /bisnis tersebut dilakukan berhubungan dengan lingkungan, keadaan, problem.

·         PRINSIF KOMUNIKASI
a.      Prinsif hilang dalam perjalanan adalah  efektivitas suatu komunikasi condong berubah menurut jaraknya Maksudnya mekin banyak campur/  tangan makin susah untuk dimengerti dan di aplikasikan .
b.      Prinsif himbauan emosional
 adalah agar komunikasi lebih cepat dikomunikasikan dicari gagasan /ide.
c.       Prinsif aplikasi
adalah banyak cara komunikasi dipraktekkan sehingga informasi teringat dalam ingatan.
·         KOMPONEN – KOMPONEN KOMONIKASI
a.      Komunikatar …..>subjek pengirim informasi
b.      Komunikan …….>penerima informasi
c.       Pesan ……> berita
d.      Responden …..> orang yang menanggapi informasi
e.      Media …… > alat yang digunakan
Dari komponen diatas diharapkan terjalin komunikasi yang baik antata produsen dengan konsumen dalam dunia usaha/bisnis, dan keberhasilan dipengaruhi antara komunikakator dan komunikan (pengirim informasi dan penerima informasi ).
·         CIRI KOMUNIKASI YANG BAIK
a.      Pesan yang disampaikan harus jelas …..> jangan mengunakan kata-kata sulit
b.      Penerima pesan dalam keadaan baik …> harus melihat situasi dan kondisi
c.       Cara yang digunakan efesien dan efktif sesuai dengan tujuan …> tidak selalu                               Sama dengan cara murah dan mudah
Dengan perkataan lain berhasilnya komunikasi dunia usaha/bisnis tergantung pada apa yang dinginkan dan diharapkan ( Produsen dan Konsumen ) serta penyampai pasan bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan dari informasi yang diterima ini tergantung pada unsur yang dinamakan MANUSIA.
KESIMPULAN
1.      Komunikasi alat utama dalam komunikasi dunia usaha/bisnis dan syarat mutlak.
2.      Untuk menggerakkan perbuatan orang lain (produsen konsumen) sebagaimana dikehendaki pemberi pesan.
3.      Komunikasi dipandang sebagai investasi dalam mencapai tujuan….> LABA
4.      Keberhasilan komunikasi terletak pada prinsif komunikasi tersebut.
5.      Komunikasi dapat menutup jurang antara produsen dan konsumen.
6.      Memberikan penyempurnaan produk baru.
7.      Komunikasi merupakan kelangsungan hidup bagi perusahaan agar dapat meju dan berkembang sebagai dasar/landasan aktivitas.
Ø  KOMUNIKASI DUNIA USAHA/ BISNIS
·         PENERAPAN KOMUNIKASI DALAM DUNIA USAHA/ BISNIS
Supaya tujuan perusahaan tercapai dan terrealisaskan  harus adanya factor yang memungkinkan berjalannya perusahaan secara efektif dan efisien  antara lain :
a.      Kerjasama yang baik dalam semua bidang
b.      Bekerja secara efisien dan efektif
c.       Hubugan baik antara pimpinan dan atasan
d.      Pelaksanaan informasi yang baik dan jelas
e.      Informasi yang didapat lancer
Cara mengadakan hubungan dengan dunia usaha/ bisnis bisa dilakukan dengan cara melalui telepon, berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk, pemberian perintah dalam hal pelaksanaan tugas. Semua ini tergantung dari konsumen dan harus disesuaikan dengan bisnis/ usaha yang kita lakukan/ jalankan.
·         MACAM DAN UNSUR KOMUNIKASI
MACAM KOMUNIKASI
a.      KOMUNIKASI KE DALAM/VERTIKAL ….> kepada siapa informasi disampaikan
Proses penyampaian informasi dari pihak pimpinan kepada bawahan atau sebaliknya              
b.      KOMUNIKASI KELUAR/HORISONTAL …..> menjamin hubungan baik antara pihak atasan di dalam perusahaan dengan pihak luar/pimpinan setingkat dan diwujudkan dengan mengadakan pertemuan-pertemuan secara berkala.
c.        KOMUNIKASI KEBAWAH ….> Komunikasi diwujudkan oleh pimpinan dengan pemberian perintah/petunjuk.
d.      KOMUNIKASI KEATAS ……> diwujudkan dengan pemberian laporan dari bawahan  kepada atasan.
·         UNSUR KOMUNIKASI
Dalam dunia usaha/bisnis proses komunikasi meliputi unsur-unsur antara lain orang yang menyampaikan informasi yang di sebut dengan …..> KOMUNIKATOR, informasi yang diterima disebut dengan ….> PESAN, media yang digunakan disebut dengan …..> SALURAN, yang menerima pesan disebut dengan ….> KOMUNIKAN, Pengaruh , akibat disebut dengan ….> EFEK
Komunikasi yang baik/cocok tergantung pada :
a.      KEADAAN ORANG YANG MENERIMA
-          Ditinjau dari sudut bahasa
-          Dasar pendidikan
-          Latar belakang
-          Perbedaan kedudukan
-          Jarak yang memisahkan
b.      ALAT KOMUNIKASI YANG CUKUP
-          Saluran yang digunakan sudah maju dan modern
·         IKLAN SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI
Setiap orang yang terjun dalam dunia usaha/bisnis harus memiliki tujuan, motivasi dan tanggungjawab untuk mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan dan harus mengembangkan seluas-luasnya pangsa pasar untuk menjual hasil produksi secara luas kepada masyarakat konsumen yang tidak terbatas, pengusaha harus berusaha mempengaruhi jumlah permintaan barang hasil produksi dengan memamfaatkan factor MARKETING MIX.
MARKETING MIX ADALAH
Kombinasi variable pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan untuk mempengaruhi pasar sasaran yang meliputi unsur- unsur  :
a.      PERENCANAAN PRODUKSI …..> kualitas,kreasi, type, model, merek
b.      PENENTUAN MEREK DAGANG …..> misal cap kapal,jempol dl
c.       PENENTUAN BENTUK KEMASAN ….> bentuk kotak, bungkus dll
d.      KEBIJAKAN HARGA …..> harga resmi, potongan harga,syarat pembayaran
e.      PENYUSUNAN SALURAN DISTRIBUSI ….> lokasi/ tempat, pengankutan dll
f.        PENJUALAN SECARA PRIBADI ….>  internal
g.      PERIKLANAN DAN PROMOSI ……> sales promosi, pengiklanan dll

Ø  KONDISI MENGUNTUNGKAN BERIKLAN BAGI DUNIA USAHA/BISNIS
Dengan majunya dunia komunikasi sekarang pengiklanan bisa dilakukan dengan berbagai macam cara dari yang sangat sederhana sampai yang sangat modern melalui internet tergantung kebutuhan /keinginan pengusaha untuk menyampaikan produknya kemasyarakat luas. Adapun KEUNTUNGAN yang didapat dengan menggunakan iklan untuk memasarkan BARANG dan JASA tegantung informasi yang kita gunakan adalah :
a.      Barang dan jasa yang di pasarkan dapat dijamin mutunya, dan memiliki merek dagang.
b.      Mempunyai perbedaan yang menyolok dengan barang lain yag ada.
c.       Dapat dibeli oleh kelompok sasaran, dan tidak dijual secara pribadi.
·         INTI KEGIATAN BERIKLAN
            Iklan adalah suatu alat pemasaran untuk meningkatkan penjualan, dapat mempengaruhi banyak masyarakat konsumen, biaya relative lebih murah, waktu lebih singkat dan digunakan untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang. JANGKA PENDEK adalah menjual barang dan jasa tidak hari ini saja tetapi juga hari esak, lusa, bulan depan tahun depan. Sedangkan JANGKA PANJANG adalah perangsang kuat memperluas pasar sasaran dan menjamin keuntungan perusahaan, dengan perkataan lain kegiatan beriklan adalah untuk meningkatkan hasil penjualan sesuatu barang dan jasa.
·         BEBERAPA  ALASAN UTAMA PENGUSAHA MENGGNAKAN INFORMASI IKLAN UNTUK DUNIA USAHA/ BISNIS
a.      Mendorong untuk produksi massa dan membuat barang lebih baik ….> karena timbulnya permintaan.
b.      Penyaluran dan penyebaran lebih merata/ cepat….> konsumen merasa membutuhkan.
c.       Meningkatkan penggunaan suatu barang dan jasa
-          Adanya peningkatan pemakaian ….> anjuran menggosok gigi habis makan
-          Penggunaan barang dan jasa tersebut yang berbeda-beda …..> sesuai fungsinya/keinginan konsumen.
-          Kemungkinan peningkatan pembelian ....>belilah satu produk untuk menambah produk yang sudah ada.
-          Perpanjangan masa pembelian suatu barang …..> pembelian suatu produk untuk persiapan dihari yang tidak diinginkan misal pembelian sepatu boat di gunakan pada waktu banjir/hujan
d.      Mempengaruhi calon pembeli
e.      Untuk menghadapi persaingan
f.        Untuk membantu melayani kepentingan masyarakat.
·         TAHAPAN DIPASARKANNYA BARANG DAN JASA KEPASAR
·         Tahap perkenalan
-          Menunjukan bahwa metode pembuatan suatu barang sudah kuno
-          Menunjukan perbaikan yang telah dicapai dengan barang baru
-          Menunjkan kepuasanyang lebih dengan pemakaian barang baru
·         Tahap pesaingan
-          Menunjukan scara lebih khusus keuntungan barang yang kita jual
·         Tahap Konsolidasi
-          Pengabungan beberapa perusahaan menjadi perusahaan baru
-          Konsolidasi lebih menguntungkan
-          Memberikan kebebasan lebih leluasa untuk mengatur personalia dan organissi
·         KEGIATAN PERIKLAN DISESUAIKAN DENGAN
a.      Tahap pemasaran
b.      Tujuan pemasaran dan strategi
c.       Kelompok sasaran yang hendak dicapai
d.      Dana yang tersedia
Ø  KEUNTUNGAN MENJADI MOTIVATOR KOMONIKASI DUNIA USAHA/BISNIS
a.      POIN OF SALE  MATERIAL adalah
 bentuk komunikasi adanya suatu produk/jasa tertentu yang ditawarkan kepada masyarakat. Asal mula timbulnya poin of sale material banyaknya produk yang beredar dimasayarakat, bingung menentukan pilihan serta penampilan  hampir sama dan bermutu tinggi, harga terjangkau, diklankan dimedia massa dengan baik . banyak kelompok konsumen yang tidak kenal dengan barang tersebut bahkan tidak ada yang beli jerih payah menciptakan dan mempromosikan menjadi sia-sia maka digunakanlah POIN OF SALE MATERIAL.
·         POIN OF SALE MATERIAL digunakan
-           untuk berkomunikasi dengan konsumen karena bentuk komunikasi sebelumnya tidak berhasil.
-          Dipasang /diletakan ditempat strategis didekat produk yang ditawarkan
-          Bentuknya bisa berupa poster, logo nama perusahaan atau pesan ikalan tertentu.
Jadi dengan perkataan lain POIN OF SALE MATERIAL adalah
-          mengulang kembali/mempromosikan hasil produk yang sudah ada/pernah dimana iklan terdahulu tidak menarik hati konsumen/bahkan tidak mengenal produk tersebut.
-          Merupakan bentuk komunikasi yang vital dan untuk mengiring minat pembeli/ mengarahkan agar konsumen membeli merek tertentu.
-          Betapapun kreatifnya suatu biro iklan dan indah dan menariknya poin of sale material yang diciptakan bila tidak disertai dengan  kerjasama yang baik antara pihak pengiklan dan pengelola took maka upaya tersebut sia-sia.

·         PRODUSEN MENYESUAIKAN DIRI DENGAN LINGKUNGAN KONSUMEN
            Dalam dunia usaha kita kenal hubungan Produsen dengan konsumen dalam bentuk tidak angsung Konsumen sering bingung  dan ragu-ragu dalam menentukan pilihan disebabkan Terbatasnya pengertian Pemahaman terhadap kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhannya Cara yang kurang menguntungkan konsumen yang telah dilakukan oleh para produsen untuk memaksa  para konsumen dalam rangka memasarkan produknya berakibat  kekecewaan konsumen karena merasa ditipu oleh bujukan iklan perusahaan. Macetnya komunikasi antara produsen dan konsumen.
·         AGAR KOMUNIKASI TIDAK MENIMBULKAN PENAPSIRAN YANG SALAH TERHADAP PRODUK PERLU DITEMPUH LANGKAH-LANGKAH
1.      LANGKAH AWAL
-          Mengetahui dan memperbaiki kebiasaan komunikasi yang buruk
-          Mengetahui kesalahan/kekeliruan dari pengiklanan
              2.   LANGKAH SELANJUTNYA
-          Jangan memberikan alasan yang sama
-          Sampaikan informasi yang sewajarnya, bertindak secara mantap, tanggapi keluhan segera dan jangan menunjukan produk sejenis dari perusahaan lain.
·         HUBUNGAN ANTAR INTER INDUSTERI
Aspek penting dunia usaha/bisnis yaitu hubungan inter antar industry  Relation ship yaitu   hubungan antara satu industry dengan industry lain  hasil dari satu industry merupakan bahan bagi industry lain. Mempunyai pengaruh timbal balik sesuai dengan PRINSIF MULTIPLAER dalam teori dunia usaha/bisnis, hubungan ini didorong oleh MOTIVASI YANG SAMA yaitu Keuntungan jangka pendek, panjang, jenis, dan langkah-langkah yang ditempuhnya.
BAGIAN TIGA
Ø  POKOK- POKOK KEBIJAKSANAAN PENEMBANGAN DUNIA USAHA/BISNIS
-          Dunia usaha dekenal dalam bentuk langsung yaitu hubungan antara produsen dan konsumen diperlukan komunikasi yang efektif yang dapat menunjang pembangunan dunia usaha.
-          Pengembangan dunia usaha salah satu prioritas pemerintah yang ditujukan untuk sector perekonomian untuk maju dan berkembang sehingga daya partisipasi masyarakat berfungsi sebagai masukan pembangunan.
-          Peranan pemerintah dalam pembangunan amat luas mulai dari brsifat :
1.       Pelayanan
2.      Operasional
3.      Idiologi
4.       Spritual
 kondisi dan situasi lingkungan sangatlah menentukan dimana  bagi sementara orang/ perusahaan suatu perubahan lingkungan dapat merupakan suatu peluang/ kesempatan peningkatan usaha/bisnisnya.Yang menjadi masalah sekarang mampukah suatu Negara dengan adanya pengembangan dunia usaha/ bisnis mempersiapkan masyarakatnya menuju tinggal landas?
-          Isi pokok Kebijaksanaan  pembangunan dunia usaha/bisnis antara lain :
1.      Peranan pemerintah dalam dunia usaha…..> memberikan subsidi
2.      Sasaran yang hendak dicapai dalam dunia usaha….> meningkatkan kapasitas produksi
3.      Beberapa kebijaksanaan pemerintah yang menunjang
Ketiga hal tersebut merupakan pokok yang tidak bisa dianggap remeh/sepele menyangkut kesejahteraan semua masyarakat.
-          Rencana pembangunan dunia usaha ditekankan pada aspek
Ø  Pembangunan dunia usaha umumnya
Ø   Pemberian tekanan pada golongan ekonomi lemah 
-          Pengertian kebijaksanaan pembangunan
Ø  Adalah Penciptaan landasan perekonomian yang kuat untuk tumbuh dan bekembang atas kekuatan sendiri dan sesuai dengan prinsif demokerasi ekonomi pemerintah
Ø  Sedangkan kebijaksanaan pembangunan dunia usaha/ bisnis dapat dihayati dan dapat partisipasi dari masyarakat pada umumnya dan dunia usaha khususnya tidak harus menghadapkan golongan ekonomi lemah + kuat.
-          garis dasar kebijaksanan pembangunan adalah GBHN yaitu :
1.      Menciptakan landasan perekonomian sendiri dan sesuai dengan prinsif demokkerasi ekonomi pemerintah.
2.      Menciptakan kebijaksanaan penbangunan dibidang pengembangan dunia usaaha. 
-          Secara kumulatif indicator keberhasilan pembangunan masyarakat adalah sbb:
3.      Sejauhmana kondisi dan taraf hidup masyrakat berhasil diperbaiki dan ditingkatkan.
4.      Sejaumana partisifasi masyrakat dalam pembangunan berhasil di gerakan
5.      Sejaumana kemampuan masyarakatnya untuk berkembang secara mandiri berhasil di tumbuhkan.
-          Peranan pemerintah dalam menunjang pembangunan sesuai prioritasnya adalah a.n
Ø  Meningkatkan produksi
Ø  Meningkatkan lapangan kerja
Ø  Membuka partisipasi masyarakat dalam usaha pembangunan
Ø   Meratakan kegiatan usaha ke daerah
-          Peran dunia usaha terbagi menjadi dua yaitu swasta dan pemerintah ke duanya ini sangat penting dan sangat membantu pembangunan nasional.
-          Dunia usaha swasta di ikut sertakan dalam pembangunan nasional karena pemerintah menyadari pentingnya peranan dunia usaha dan juga menjadi tujuan dunia usaha sendiri yang berkepentingan untuk mengembangkan usahanya lebih baik/ lebih lanjut dpl dunia usaha swasta merupakan objek dan subjek.

Penjelasan Isi Pokok Kebijaksanaan pembangunan dunia Usaha
Ad. PERAN PEMERINTAH DALAM DUNIA USAHA.
Peran perusahaan milik Negara, pemisahan menurut katagori pembidangan untuk usaha kedalam misal PERJAN ,PERUM, yaitu usaha yang sifatnya pemberian pelayanan untuk kepentingan umum dan memberikan keuntungan, Sedang PERSERO tugasnya usaha yang murni mencari keuntungan antara lain :
a.        Memberikan perlindungan terhadap industry dalam negeri antara lain: Meningkatkan pendapatan masyarakat , Permintaan barang konsumen lebih besar, Langkah pemerintah untuk mendorong penghematan , Membendung keinginan  penduduk , reinvestasi dalam pembangunan,  Kemampuan membentuk dan mengendalikan permintaan atas barang-barang konsumen. Membuka investasi yang lebih, sehingga tumbuhnya barang-barang industry yang lebih mahal sehingga semua barang konsumen yang diminta adalah barang impor
Kebijaksanaan proteksi ini di rasakan perlu karena :
-          System proteksi perlu mendapat kecaman seandainya digunakan dalam perekonomian tidak berencana dengan melakukan promosi tidakterencana dan semberono
-          Pembiayaan industralisasi oleh penduduk pedesaan sebab proteksi akan meningkatkan harga- harga barang manufaktur dalam kaitannta dengan produksi pertanian.



b.      untuk meningkatkan peranan golongan ekonomi lemah Pemerintah banyak mempunyai metode yang dapat diterapkaan untuk membantu pembangunan industry misal pengenaan bea masuk barang-barang impor dan bea masuk yang tinggi atas barang-barang siap pakai, ongkos angkut dari satu pabrik ke pabrik lain dapat disuikan terhadap jenis produk dengan ongkas yang paling rendah atau dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain , pinjaman dengan bunga rendah, ekspor dengan pembebasan dari pajak tertentu, perlakuan istimewa dari pemerintah (contoh mobil timor, lelang proyek-proyek tertentu )

c.        Kebijaksanaan dalam sarana dan prasarana.Kemajuan dalam bebagai jenis industi dalam melakukan cara promosi Perluasan industry dari karekter misal bengkel kerja menjadi benar-benar bersifat pabrik Pengadaan jaringan misal KA, Stasiun pembangkit tenaga listrik, pelabuhan dll . Tersedia pimpinan tenaga kerja yang cakap dan terampil Investasi modalyang cukup

d.      Peranan penanaman modal asing peranan madal asing secara keseluruhan dalam kebijaksanaan pengembangan dunia usaha mencakup bidang :
-          pengetahuan, teknis dan pengarahan
-          Bidang usaha kedaerah  membuka lapangan kerja dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan usaha. Pembinaan dan bantuan untuk meningkatkan peranan golongan ekonomi lemah oleh  pemerintah Memberikan pengarahan, pembinaan , dan pemberian bantuan kepada dunia usaha swasta/bisnis didasarkan atas tingkat kebutuhan dan bantuan yang diperlukan dunia usaha dalam  negeri dan khususnya golongan eknomi lemah dibidang  permodalan, keterampilan, teknik, pemasaran, manajemen, Modal asing dalam bentuk join vantur, sebagai perangsang tanpa ketergantungan yang permanan dengan luar negeri.
Untuk merealisir dasar diterbitkannya ketentuan hukum/ undang-undang mengenai penanaman modal asing diterbitkan UU PMA 1967 yaitu pasal 23 dan 27 yang isinya yaitu
-          Pasal 23
Ayat 1 dalam bidang yang terbuka bagi modal dapat diadakan kerjasama  antara modal asing dengan modal nasional dengan mengikat ketentuan –ketentuan pasal 3.
 Ayat 2 pemerintah menetapkan lebih lanjut bidang usaha bentuk-bentuk dan cara-cara kerjasama antara modal asing dengan modal nasional dengan menetapkan modal dan keahlian asing dalam bidang ekspor serta produksi barang dan jasa.
-          Pasal 27
Ayat 1 Pengusaha tersebut pada pasal 3 yang seluruh modal asing wajib memberi kesempatan  partisipasi bagi modal nasional secara efektif setelah jangka waktu tertentu dan menurut imbangan yang disetujui oleh pemerintah.
Ayat 2 Jikalau partisipasi termaksud dalam ayat 1 pasal ini dilakukan dengan penjualan saham yang telah ada maka hasil penjualan dapat ditransfer dalam valuta asli dari modal asing yang bersangkutan.
·         Kebijaksanan dalam modal asing
-          Perimbangan saham yaitu mempercepat perimbangan saham bagi non pribumi menjadi pribumi
-          Negatif list yaitu penerapan bidang-bidang uasaha tertutup untuk modal asing
-          Memperketat syarat  penanaman modal asing yang diberikan untuk lebih banyak memperkejakan tenaga kerja Indonesia jika belum ada PMA wajib tenaga kerja Indonesia dididik, fasiltas dibatasi seperti Tax holiday, bea masuk.
Ad. SASARAN YANG HENDAK DICAPAI DALAM DUNIA UASAHA.
1.      Meningkatkan pranan dan kapasitas produksi serta investasi dunia usaha umumnya. Peranan secara aktif dalam pembangunan baik yang belum digarap maupun yang sedang ataupun sudah . dasar sasaran dari adalah stabilitas ekonomi mulai dari izin permohonan usaha yang di ajukan, besarnya kridit bank yang disalurkan kedaerah serta langkah di usahakan dalam menunjang pembangunan.
2.      Pengembangan usaha pada penyerapan tenaga kerja. Perkembangan dunia usaha belum memungkinkan untuk menggunakan mekanisme secara capital insentif.
3.      Meningkatan dunia usaha bekerja menurut prinsif usaha terbuka sehat dan efesiensi. Bertujuan untuk dapat terselenggaranya perubahan struktur cara melakukan usaha yang semula tradisional tertutup menjadi terbuka, dan modern. Dengan langkah-langkah antara lain :
a.      Penetapan peraturan yang mengatur pemberian prasarana berupa fisik, informasi dan tata cara penyelenggaraan prosuder administrasi yang diperlukan untuk merubah struktur usaha tersebut
b.      Penanggulangan hambatan yang dialami oleh dunia usaha khususnya dunia usaha golongan ekonomi lemah yang mana usaha mereka perorangan tertutup
4.      Membina wirausahawan.
Membina pengusaha ekonomi lemah berupa kegiatan pemberian kesempatan kerja , meningkatkan hasil produksi, pengembangan dunia usaha dalam rangka membina dunia usaha dan menemukan pola-pola pembangunan yang mutahir.
Golongan ekonomi kuat dan lemah bekerjasama untuk mengembangkan usahanya disamping bantuan pemerintah.
Pemerintah dalam rangka pelaksanaan program membentuk badan yang tugas pokoknya adalah melaksanakan pembinaan berupa pelatihan .
5.      Menyebarkan kegiatan  dunia usaha kedaerah. Sejalan dengan sasaran peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah , pemerataan hasil pembngunan, perluasan kesempatan kerja secara keseluruhan untuk mencapai sasaran tersebut pemerintah memerlukan potensi daerah,factor-faktor ekstren dari masing-masing daerah serta pasilitas yang menunjang dan sarana-sarananya.

Ad. BEBERAPA KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH YANG MENUNJANG
                    Berapa kebijaksanaan pemerintah ada yang langsung dan tidak ini merupakan langkah untuk pengarahan dan pembinaan kegiatan usaha sesuai dengan perkembangan prioritas pembangunan yang di tetapkan pemerintah antara lain
-          Kebijaksanaan penyempurnaan UUPMA dan PMDN penyempurnaan pasal 54 KUHD yang membatasi hak suara pemegang saham sebesar 6 suara menjadi satu suara saja.
-          Kebijaksanaan permohonan penanaman modal disederhanakan kedalam system satu pintu
-          Kebijaksanaan dibidang perpajakan
-          Kebijaksanaan dibidang tarif masuk disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan jenis komoditi di pasar internasional
-          Kebijaksanaan dibidang perkriditan dan suku bunga
-          Kebijaksanaan kelembagaan



Ø  MASALAH PENANAMAN MODAL DI INDONESIA
              Penanaman modal di Indonesia sebagai konsekwensi kegiatan dibidang perdagangan ciri khusus kegiatan penanaman modal menyangkut jangka panjang dan menengah. Pemerintah menerbitkan beberapa kebijaksanaan yang mendorong kegiata penanaman modal berupa penyelenggaraan kridit investasi, pembentukan lembaga-lembaga keuangan , penanaman modal sampai saat ini mendapat penilaian yang bervariasi antara menolak dan menerima. PMA  terhadap suatu Negara yang dijadikan objek penanaman apabila usahanya terjamin akan bersedia menanamkan modalnya dan sebaliknya. Dalam hal ini pemerintah berfungsi sebagai :
-          pengawas dari iklim Penanaman modal
-          Penyelenggara ekspor dan infor, nilai tukar , peraturan pemerintah
-          Sebagai penanggung jawab pembangunan ekonomi
-          Sebagai pelaksana langsung dalam industry besar dengan pihak asing.


PERMASALAHAN KOMPLEK BAIK DAN BURUKNYA MODAL ASING
               Pemberian dan penerimaan  modal asing mempunyai aspek motif masing-masing pihak baik dari pemberi maupun penerima modal asing tersebut, interprestasi atas ketentuan dan syarat yang diperlukan. Bidang pengaturan dan penetapan kebijaksanaan Negara penerima modal sering terjadi ketentuan perlakuan yang berbeda antara modal asing dengan modal dalam negeri , untuk menetalisir konplik diambil langkah-langkah :

-          Diterbitkannya ketentuan dan peraturan yang memberikan jaminan termasuk memberikan berbagai fasilitas permodalan, kridit, asuransi

-          Perlu dipelajari aspek-aspek baik buruknya PMA khususnya bagi Negara penerima menerima asing.

Untuk merialisir komplek PMA harus dilihat aspek motif dari masing-masing pihak pemberian dan penerima PMA, interprestasi atas ketentuan syarat yang diperlukan, pengaturan dan penetapan kebijakan Negara penerima MA, pembatasan dibidang usaha,  pembatasan pemilikan saham .

PERANAN BANTUAN LUAR NEGERI DAN PMA
             Mengapa bantuan luar negeri di perlukan seberapa peranan dilihat dari segi ukuran yang ada, apakah PMA merupakan alternative bantuan LN. Bantuan LN dan PMA berperan dalam pembangunan ekonomi, masalah bantuan luar negeri mendorong adanya kerjasama internasional .
             Penanaman modal dalam negeri dirintis sebelum lahirnya UUPMDN yaitu berupa kridit investasi, peningkatan golongan ekonomi lemah, permasalahan PM yang dihadapi di masa mendatang.

BEBERAPA ASPEK PENGEMBANGAN DUNIA USAHA
              Pokok kebijaksanaan pengembangan dunia usaha  di dalamnya mengemukakan berbagai permasalahan yang dibahas
-          Bagaimana dapat mengelola/ menunjang harapan yang yang dituangkan oleh pemerintah dalam repelita mengenai aspek pengembangan dunia usaha.
-          Masalah pokok dibidang pembangunan
·         Peningkatan laju pertumbuhan
·         Pemeliharaan stabilitas ekonomi
·         Penyebaran pembangunan ke daerah
·         Pemerataan hasil-hasil pembangunan
-          Peranan penanaman modal asing
-          Pelaksanaan berdasarkan kemampuan yang ada di dalam negeri Berhubung kemampuan belum menyeluruh maka di gunakan tenaga kerja dari luar negeri sepanjang tidak menjadi ketergantungan secara terus menerus (bersifat komplementer)
              
PERANAN PENANAMAN MODAL DALAM PEMBANGUNAN
Pembangunan penanaman modal mempunyai peranan dan sumbangan penting dalam pembangunan, jadi penanaman modal diarahkan oleh pemerintah untuk mengambil peranan dalam mencapai tujuan pembanguan.

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI PMA DALAM PEMBANGUNAN
1.      Apakah penanaman MA khususnya dapat dibawa untuk berperan dalam program pembangunan.
2.      Apakah penanaman modal joint venture PMA benar-benar menguntungkan
3.      Apakah kemajuan PM nasional dapat ditingkatkan sesuai tujuan kebijakan yang diharapkan
4.      Bagaimana pengaturan lembaga pengelola untuk menagani masalah
5.      Bagaimana perangkat hokum yang memberikan landasan untuk pelaksanaan program
6.      Bagaimana persyaratan prosuder yang perlu ditangani
PRINSIF KESEIMBANGAN DALAM PENGEMBANGAN DUNIA USAHA
1.      Dasar yang digunakan dalam kebijaksanaan pokok pengembangan Dunia usaha
2.      Merupakan realisasi dari GBHN
3.      Penanaman modal sebagaimana di tuangkan dalam Repelita
4.      Peningkatan kemampuan ekonomi lemah nasional perlu diselenggarakan sebagai langkah mendapatkan keseimbangan peranan dalam pengelolaan kegiatan penanaman modal
BEBAGAI PEMBINAAN PENGEMBANGAN DUNIA USAHA DI MASA YANG AKAN DATANG
a.      Permodalan. Dengan program kridit, penyertaan modal, bantuan luar negeri
b.      Manajemen. Peningkatan usaha dibidang pengusaha ekonomi lemah
c.       Teknik. Efek masuknya madal asing membawa efek samping dalam hal penyuluhan oleh lembaga pemerintah
d.      Kelembagaan. Ditegaskan dibidang pembangunan dunia usaha
e.      Fasilitas. Dibangun sarana fisik dan non fisik dalam rangka menunjang pengembangan dunia usaha.
ASPEK YANG MENDORONG PENGEMBANGAN DUNIA USAHA
a.      Aspek pelaksanaan demokrasi ekonomi
b.      Pengembangan dunia usaha khususnya pada PMA dan PMDN
c.       Peningkatan partisifasi nasional dalam rangka kegiatan dunia usaha
d.      Pasar modal bagi masyarakat
e.      Prosuder pengelolaan Penanaman modal
PEMECAHAN BERBAGAI PENGHAMBAT DALAM PENGEMBANGAN DUNIA USAHA
a.      Dengan menganalisa dimana letak peranan swasta dalam pembangunan menyangkut  pengembangan dunia usaha
b.      Dengan pendekatan yang digunakan dalam rangka memperoleh dana.

BAGIAN EMPAT
Ø  PENDIDIKAN DALAM KEWIRAUSAHAAN DALAM DUNIA USAHA
·         PENDIDIKAN DALAM DUNIA USAHA
             Rendahnya tingkat efesiensi dan produktivitas organisasi yang banyak disoroti dewasa ini tidak lepas dari kelemahan-kelemahan organisasi di bidang manajerial dan ketenagakerjaan.Manajemen perusahaan di Indonesia pada umumnya masih banyak yang rapuh terutama karena tidak ditunjang dengan tenaga yang profisional dan terampil namun ada juga sebagian kecil organisasi/perusahaan yang  memiliki tenaga yang terampil dan Profisional, pndekatan yang paling efektif dilakukan perusahaan adalah inventarisasi sumberdaya manusia melalui program-program pendidikan manajerial dan teknis yang ada dan relevan dengan kebutuhan organisasi pendekatan ini mempercepat proses profesionalisme kerja dan juga senantiasa memberi nilai tambah bagi sumberdaya manusia sehingga bisa dikelola secara efektif dan efisien.
              Namun demikian pendekatan dibidang pendidikan tidak begitu mudah ada sebagian perusahaan melihatnya sebagai suat biaya ketimbang sebagai suatu jnvestasi yang menguntungkan untuk jangka panjang.
                      
·         KELANGKAAN TENAGA KERJA PROFESIONAL

              Kelangkaan tenaga kerja profisional dan terampil dilihat sebagai dampak dari kelemahan system pendidikan masalah ini sama dengan masalah penggangguran yang keduanya dinilai bisa terjadi karena kurang tanggapnya pihak penyelenggara pendidikan terhadap kebutuhan masyarakat industry.
              Dunia usaha cenderung mempermasalahkan dunia pendidikan karena masih sedikit saja dapat memenuhi keinginan dunia usaha untuk mendapatkan tenaga kerja yang diinginkan. Menurut Priyono 50 % seluruh tenaga kerja yang ada dan telah bekerja pada berbagai jenis dunia usaha khususnya tenaga kerja tingkat bawah ternyata belum menamatkan pendidikan SD bahkan banyak yang tidak bersekolah sama sekali.
             Perusahaan maju kiranya dapat menyumbangkan dan ikut berpartisipasi dalam hal ini untuk mencari jalan keluarnya, selai itu juaga bisa bekerjasama dengan lembaga pendidikan formal/ non formal, pusat-pusat pelatihan dan lain sebagainya. Kebutuhan perusahaan akan tenaga kerja sebenarnya juga telah ditanggapi dengan cepat oleh pihak swasta khususnya dunia usaha dengan mendirikan lembaga pendidikan tinggi yakni Institut Manajemen Prasetya Mulya dan Institut pengembangan manajemen Indonesia  guna menyelenggarakan pendidikan manajer bertarap MBA pendidikan seperti ini memberikan peluang bagi ekskutif muda bagaimana membina dirinya dalam pengetahuan tentang manajemen yang benar cocok dalam dunia usaha yang penuh
 persaingan.


·         DUKUNGAN SISTEM MANAJEMEN
              Keputusan manajemen untuk mengirim tenaga kerja guna mengikuti program pendidikan keterampilan keterampilan dan penyelenggaraan program-program pendidikan adalah tepat tetapiperlu didukung oleh system manajemen dan pola kepemimpinan yang efektif, dalam arti pendayagunaan hasil pendidikan dan menyesuaikan dengan system manajemen perusahaan.
              Kasus yang cukup menyolok banyak terjadi pada perusahaan Negara BUMN. BUMN umumnya sering mengikut sertakan tenaga kerja yang dalam program pendidikan oleh lembanga pendidikan umum dan kejuruan serta melakukan program pendidikan dan pelatihan yang cukup intensif dan selektif tetapi mengapa efesiensi kerja mereka sering dipertanyakan banyak keputusan mereka harus menunggu persetujuan pemerintah.
             Sektor swasta memang diakui lebih efisien dari paa pihak perusahaan Negara karena lebih bebas dalampengambilan keputusan tetapi sebaiknya swasta menghindari kendala-kendala dalam system manajemen atau kepemimpinan yang bisa mengganggu program pendidikan dan latihan. Dengan demikian dunia usaha memberi sumbangan yang berharga bagi pengembangaan modal sumberdaya manusia dalam meningkatkan daya saing perusahaan dalam lingkungan pemasaran yang semakin sulit dan bersifat global market/ pasar luas.


Ø  WIRAUSAHAWAN DALAM ORGANISASI

               Melalui pengembangan kewirausahaan masalah pengangguran diharapkan akan turut teratasi karena memungkinkan terciptanya lapangan kerja baru seorang wirausaha mampu melihat peluang dan dikenal berani mengambil keputusan resiko untuk merintis usaha mandiri dengan demikian memberi peluang kerja.
               Penonjolan peran wirausahawan dalam lingkungan bisnis kiranya menimbulkan anggaapan yang keliru bahwa seorang yang pantas disebut profisional jika memiliki kewirausahaan yang tinggi atau bisa berlaku sebagai wirausahawan, akibatnya batasan antara keduanya menjadi rancu. Kerancuan ini menimbulkan pertanyan manakah yang lebih penting atau lebi dibutuhkan oleh masyarakat dewasa ini dan di masa yang akan datang masyarakat wirausahawankah atau masyarakat profisionalisme, mestinya keduanya memiliki karekteristik sendiri-sendiri menurut W.F. GLUECK wirausaha terdiri atas individu yang memulai bisnis atau usaha mereka sejak awal oleh karena itu mereka biasanya berperan sebagai pemilik dan tidak jarang bertindak sebagai pelaku bisnis . Wirausahawan yang berhasil tampaknya diartikan sebagai mereka yang mampu mengembangkan usaha bisnis menjadi besar, perbedaan kedua kelompok semakin jelas pada perbedaan gaya menajemen mereka.
-           wirausaha :
a.      Yang menjalankan fungsi kepemimpinan lebih berferan sebagai one man show dan cenderung untuk bersikap otoriter
b.      Menekankan pemikiran jangka pendek
c.       Beroriantasi pada pengoperasian.
sedang menurut pendapat yang pernah diungkapkan oleh Ho Kwan Ping pimpinan salah satu grup Wah Chang perusahaan multinasional dari Singapura gaya manajemen seorang wirausahawan yang dimiliki generasi tua adalah :
a.      Cenderung bersifat sentralisme
b.      Melibatkan diri
c.       Tidak formal dan sangat paternalistic dalam manajemen.
-          Profisional
f.        Cenderung kurang memiliki sifat wirausahawan
g.      Lebih formal dalam manajemen
h.      Menggunakan teknik manajemen modern
Oleh karena itu tidak jarang timbul masalah dalam organisasi, ketika manajemen yang seharusnya dikelola secara professional masih diatur oleh tenaga wirausahawan.
-          Perbedaan lain yang mencolok yang terlihat tingkat pengambilan keputusan wirausaha dikenal sebagai individu yang berani mengambil resiko, sedangkan professional yang lebih mengutamakan informasi formal dan pangkat analisis yang canggih dalam pengambilan keputusan.

Ø  KEWIRAUSAHAAN DALAM PENGEMBANGAN DUNIA USAHA DAN EKONOMI
                   Kewirausahawan ( entrepreneurship) merupakan salah satu tuntutan pembangunan, khususnya pembangunan ekonomi nasional,kewirausahaan berperan penting sebagai factor produksi yang menjadi fungsi ekonomi oleh karena itu isu kewirausahaan dapat ditinjau dari sudut perspektif ekonomi. Pembangunan ekonomi sendiri memerlukan wirausahawan sebagaimana didifinisikan oleh DAVID C. McClelland wirausahawan adalah orang yang mengorganisir perusahaan atau meningkatkan kapasitas produksi. salah satu alat ukur pembangunan ekonomi adalah tingkat pertumbuhan kemampuan produksi yang turut melibatkan kelompok wirausahawan, kelompok ini merupakan bagian dari masyarakat. Dengan demikian kewirausahaan bearti merupakan dsalah satu fungsi bisnis dan ekonomi sehingga perlu diberi pean dalam pengembangan dunia usaha dan ekonomi noasional.

·         KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI SUMBER KEUNGGULAN BISNIS DAN EKONOMI
            Kebijaksanaan deregulasi dan birokrasi mencerminkan bahwa swasta atau dunia usaha akan diberi peran yang semakin besar artinya kehadiran wirausahawan akan semakin luas terutama karena dunia usaha membutuhkan keterlibatan kelompok wirausahawan untukmemperbesar skala kegiatan dunia usaha.
          Masyarakat tidak mempersoalkan kehadiran wirausawan dengan kata lain wirausahawan mempunyai tempat yang cukup terhormat sebagai lifeblood dunia usaha dan bahkan sangat diperlukan untuk menciptakan lapangan kerjabaru. Dunia usaha dan industry nasional perlu mempertimbangkan perkembangan teknologi ini akan menentukan kemampuan industry untuk beradaptasi dengan perubahan ekonomi internasional Indonesia .
           Perkebangan ekonomi mengartikan bahwa masyarakat membutuhkan kemampuan inovasi yang tinggi tidak hanya dalam sector produktif tetapi juga dalam ilmu pengetahuan dan teknologi maka semangat kewirausahaan perlu terus dipupuk oleh tidak hanya kalangan dunia usaha tetapi juga oleh  kalangan profesi dan kelompok masyarakat lainnya. Disamping semangat kewirausahaan perlu dilengkapi dengan kemampuan profesi yang tinggi atau kemampuan teknologi dan ilmu pengetahuan karena menjadi prasyarat terciptanya ekonomi berpengetahuan dengan kata lain pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak bisa dipisahkan dari upaya pengembangan kewirausahaan.  

·         KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PRODUKSI.
             Kemampuaan pribadi seorang wirausahawan jelas berpengaruh pada kinerja kehidupan organisasi/perusahaan karena kewirausahaan sendiri terkait erat dengan kehidupan organisasi perusahaan dengan meningkatkan kapasitas produksi, wirausahawan memiliki sumbangan penting dalam kegiatan manajerial organisasi perusahaan. keterbatasan dunia usaha nasional dalam hal kewirausahaan jelas mencerminkan relevansi wirausa dengan organisasi .
                Karekteristik yang melekat pada diri seorang wirausahawan adalah
a.      Semangat dan wawasan untuk menciptakan hal-hal baru
b.      Kemampuan untuk merealisir potensi ekonomi
c.       Naluri bisnis yang tajam
d.      Keberanian untuk mengambil resiko
e.      Kemandirian yang kuat

·          KEWIRAUSAHAAN DALAM ORGANISASI MANAJEMEN
           Kemampuan wirausahawan dengan beberapa karekteristik di atas jelas menunjukan kemampuan strategi wirausahawan yang diperlukan organisasi terutama yang berada pada awal pertumbuhan. Kehadiran wirausahawan dalam organisasi bertalian dengan peranannya dalam kehidupan organisasi yang secara idiel dan ilmiahakan mengalami proses pertumbuhan. Namun prinsif kepemeimpinan organisasi yang berkaitan dengan peran dan kualitas wirausahawan sebagai anggotanya dalam organisasi perlu juga diperhatikan.
            Ditinjau dari sudut kepemimpinan organisasi tampak wirausahawan yang memiliki tingkat motivasi echievement tinggi cenderung berhasil mengembangkan perusahaan lebih pesat terlihat pada beberapa indek seperti volume penjualan, jumlah karyawan dan total investasi dalam bisnis dari pada perusahaan yang dipimpin oleh wirausahawan, namun dalam pertumbuhan organisasi tidak selamanya wirausahawan berperan dominan
Dan menentukan secara teknis tahap awal pertumbuhan organisasi memerlukan wirausahawan.
             Dalam tahap awal organisasi belum berkembang secaralebih komplek dan birokratis sehinga tenaga kerja birokratis, administratif serta spesialis belum dibutuhkan dalam organisasi tidak bearti organisasi itu tidak membutuhkan manajemen yang sistematis. Kendatipun kewirausahaan senantiasa diperlukan dalam berbagai  tahap pertumbuhan Tidak bearti wirausahawan tidak memeliki kelemahan yang bisa mempengaruhi pertumbuhan organisasi itu sendiri misalnya masalah psikologi organisasi menunjukan beberapa kendala yang bisa dihadapi wirausahawan di tengah organisasi yng sedang tumbuh. Ketika bisnis berkembang semakin sulit bagi wirausahawan untuk menyelia semua karyawan secara langsung dan mempertahankan huungan pribadi dengan mereka, yang terpenting bagi wirausahawan menjaga kelancaran komunikasi.
              Keterbukaan ekonomi Indonesia mempercepat intergrasi ekonomi Indonesia dengan ekonomi internasional yang mengarah pada terbentuknya ekonomi dunia.  Dalam hal ini para wirausahawan dan pengusaha sebaiknya melibatkan diri dalam upaya tersebut sehingga apa yang dirintis  oleh kelompok wirausahawan bisa dikembangkan, sehingga dapat menghadapi perkembangan organisasi secara kuat dan kompetitif dan bisa menjawab tantangan eksternal bisnis perusahaan dan teknologi.
              Ada empat hal pokok yang perlu diketahui bagi pengusaha nasional untuk membentuk ekonomi pengetahuan yaitu :

a.      Menerapkan sebanyak mungkin teknologi baru dalam proses produksi yang menjadi urusan bisnis dan tidak hanya puas dengan metode sera prosedur tradisional yang sudah diketahui.
b.      Memperkejakan sebanyak mungkin pekerja berpendidikan, keras, trampil dan berkualias.
c.       Membangun pusat penelitian sendiri bagi kepentingan perkembangan bisnis jangka panjang dimasa depan dan turut memberi sumbangan financial /peralatan secara teratur kepada lembaga riset di lingkungan pendidikan tinggi.
d.      Secara sendi ataupan patungan mendirikan pusat latihan teknik yang hanya terbuka bagi karyawan tetapi juga bagi umum khususnya remaja dan pemuda yang memang berhasrat meningkatkan keterampilan.



















































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar